![]() |
| Foto : Detik |
Sabtu, 03/01/2015 17:33 WIB
Hari Ketujuh: Total 6 Jenazah AirAsia Teridentifikasi, 24 Masih Diperiksa ketujuh hilangnya pesawat AirAsia QZ8501, tim Disaster Victim Identification (DVI) telah mengungkap identitas 6 penumpang. Masih ada 24 jenazah yang belum teridentifikasi. Butuh kerja keras untuk menuntaskannya. Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Budiyono mengatakan, hingga kemarin, ada 18 jenazah di RS Bhayangkara.
6 Di antaranya sudah teridentifikasi. Hari ini, 12 jenazah tiba dari Pangkalan Bun. "Tim sedang bekerja. Jika belum mendapatkan hasil, berarti nanti malam tidak ada keterangan lagi. Mungkin besok ," kata Budiyono di ruang Posko Crisis Center Polda Jatim, Sabtu (3/1/2015). Tim DVI mencocokkan jenazah melalui sidik jari, gigi, ciri-ciri fisik, hingga properti atau benda yang dipakai. Jika hal itu tidak dapat dilakukan, maka akan digunakan pemeriksaan DNA.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono menambahkan, hingga saat ini kepolisian baru mengambil DNA 128 keluarga penumpang AirAsia. "Kurang 34," jelasnya. Berikut data jenazah yang sudah teridentifikasi: 1. Hayati Lutfiah Hamid (40 ), warga Jalan Mpu Nala, Sidoarjo. 2. Grayson Herbert Linaksita (11), warga Jalan Lebak Indah Mas, Surabaya. 3.
Khairunisa Haidar Fauzi (22), warga Kecamatan Kemuning, Palembang. 4. Kevin Alexander Sutjipto (20), warga Sukun, Malang. 5. Themeiji Theja Kusuma (44), warga Kupang Indah, Surabaya. 6. Hendra Gunawan Sawal (23), Jl Gundih, Bubutan, Surabaya.
![]() |
| Foto : Detik |
Pesawat dengan nomor penerbangan RV-31121 itu tiba di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun sekitar pukul 15.15 WIB, Sabtu (3/1/2015). Pesawat membawa 12 kru dan penyelam untuk akan bertugas mencari Black Box AirAsia. Deputy Chief of Mission Alexander Shilin mengatakan tugas tim dari Rusia akan mencari secepat mungkin black box di perairan yang ditetapkan sebagai lokasi jatuhnya AirAsia tujuan Surabaya-Singapura. "We can find black box, we can found everything," ucapnya dalam jumpa pers singkat di posko lanud. Sementara Danlanud Iskandar, Pangkalan Bun, Jhonson Simatupang, mengatakan, pesawat Rusia ini akan kembali lagi ke Halim Perdana Kusumah, sementara timnya berada di Pangkalan Bun untuk segera mulai misi "Timnya tetap berada di sini," ucap Jhonson.
Sabtu, 03/01/2015 15:25 WIB
AirAsia Ditemukan 30 Jenazah Diterbangkan ke Surabaya, 17 Laki-Laki dan 13 Perempuan
Pangkalan Bun - Seluruhnya ada tiga puluh jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501 yang sudah diterbangkan ke Surabaya. Direktur Eksekutif DVI Polri Kombes Anton Castilani menyebut jenazah laki-laki lebih banyak ditemukan. "Seperti diketahui sampai kegiatan siang hari ini, kami sudah memberangkatkan 12 peti jenazah, tadi malam 4 jenazah dan pagi terima 8 jenazah pagi ini.
Terdiri atas 9 laki-laki dan 3 perempuan jadi kita sudah terima 30 jenazah terdiri 17 laki-laki dan 13 perempuan," kata Anton di RSUD Imanuddin, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Sabtu (3/1/2015). Delapan jenazah yang terakhir tiba di Lanud Iskandar jelang siang tadi terdiri dari 6 laki-laki dan 2 perempuan. Kedelapan jenazah tersebut dijemput oleh dua helikopter bell milik TNI AU. "Semakin ke sini, kondisi jenazah semakin kurang baik.
Tetapi pihak keluarga tidak perlu khawatir karena tim DVI akan melaksanakan tugasnya dengan baik," ucap Anton. "Kami berjanji akan mengidentifikasi sekecil apa pun dari korban AirAsia," lanjut dia. Saat belum ada lagi jenazah yang dikirimkan ke RSUD Imanuddin. Namun pihak rumah sakit selalu siaga kapan pun jenazah didatangkan.
Sabtu, 03/01/2015 10:06 WIB
Gelombang Tinggi, ROV Belum Bisa Potret Badan AirAsia di Dasar Laut
Jakarta - Gelombang tinggi dan kuat menjadi kendala tim SAR gabungan untuk menurunkan ROV (Remotely Operated Vehicle). Alat canggih ini yang diharapkan dapat memotret objek yang dipastikan badan pesawat AirAsia QZ8501. Kepala Basarnas Marsdya F Henry Bambang Soelistyo mengatakan, alat canggih milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ini memiliki kemampuan untuk memotret objek yang berada di bawah laut secara aktual.
"Saat ini kesulitan karena gelombang masih tinggi, masih kuat," kata Soelistyo dalam konferensi pers di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (3/1/2015). Akibatnya, tim SAR belum menurunkan ROV untuk memotret dua objek besar yang jaraknya berdekatan di kedalaman 30 meter.
Sabtu, 03/01/2015 09:46 WIB
AirAsia Ditemukan Evakuasi Hari Ketujuh, Korban AirAsia yang Ditemukan Masih 30 Orang Jakarta - Memasuki hari ketujuh evakuasi, jumlah jenazah korban AirAsia QZ8501 yang ditemukan belum ada perubahan. Jumlah korban masih 30 orang. "Totalnya masih 30 (jenazah)," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo di kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (3/1/2015). Ia menjelaskan saat ini jenazah-jenazah lain yang ditemukan masih dalam proses pemindahan. "1 Jenazah masih ada di Kapal Banda Aceh yang dari Kapal KD Pahang. 7 Jenazah sedang ditransfer dari KRI Banda Aceh," ujar Soelistyo.
Sabtu, 03/01/2015 07:01 WIB
Penumpang AirAsia Surabaya-Singapura Kecewa Pasca Pembekuan Rute
Surabaya - Pembekuan rute AirAsia Indonesia Surabaya-Singapura disesalkan penumpang yang sudah kadung membeli tiket. Mereka kecewa dengan AirAsia karena sampai saat ini masih belum bisa memberikan kejelasan untuk pengembalian. Seperti yang dialami pasangan suami istri Kemal Iskandar-Tri Siwi Agustina, warga Surabaya Selatan yang rencananya akan terbang pada Minggu (4/1) besok dengan AirAsia. "Tadi katanya tunggu kebijakan dari AirAsia.
Padahal kita butuh kepastian. Kalau molor seperti ini kan merugikan kami, karena jam 10.00 WIB Minggu besok sudah harus di Singapura," kata Tri Siwi Agustin pada detikcom didepan loket AirAsia, di Terminal Keberangkatan Bandara Internasional Juanda, Sabtu (3/1/2015). Selain kecewa dengan jawaban petugas loket AirAsia, Tri Siwi juga kecewa dengan menegemen AirAsia yang sama sekali tidak melakukan pemberitahuan terkait pembekuan rute serta upaya konkret.
Ia mengaku hanya ada pembertitahuan melalui email sebanyak dua kali. "Itu pun hanya pemberitahuan perubahan nomor penerbangan," imbuhnya seraya menunjukkan email AirAsia di ponselnya. Perubahan nomor penerbangan pertama diberikan AirAsia pada Selasa (30/12/2014) yang awalnya nomor penerbangan QZ8501 menjadi QZ678. "Kamis (1/1) kemarin kembali diubah menjadi QZ8501, setelah itu tidak ada pemberitahuan lagi," lanjut Tri Siwi.
Ia berharap AirAsia segera memberikan kejelasan penggantian tiket atau mencarikan penerbangan ke Singapura dengan maskapai lain. "Kalau bisa hari ini ada kepastian agar kita bisa prepare mencari maskapai lain yang akan kita klaim kan ke AirAsia jika mereka tidak bisa mencarikan," pungkas dia.
Sementara itu dalam aturan yang berlaku, penumpang sesuai Permenhub 49/2012 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, mendapatkan beberapa pilihan. Dalam pasal 35 ayat b disebutkan, apabila terjadi pembatalan penerbangan, badan usaha angkutan udara niaga berjadwal wajib mengembalikan seluruh biaya tiket kepada penumpang secara tunai atau melalui transfer ke rekening kartu kredit apabila tiket dibeli melalui transaksi non tunai. Untuk tunai dibayarkan pada saat tetjadinya pembatalan, sedangkan untuk transaksi non tunai selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender.
Sabtu, 03/01/2015 05:46 WIB
Rute Dibekukan, Jadwal AirAsia Surabaya-Singapura 'Lenyap' di Tabel Keberangkatan
Sidoardjo, - Pasca pembekuan rute Surabaya-Singapura AirAsia Indonesia per 2 Januari 2015, jadwal keberangkatan maskapai milik Tony Fernandes ini pun lenyap dari daftar tabel keberangkatan di Bandara Internasional Juanda hari ini. Pantauan detikcom di Bandara Juanda, Sabtu (3/1/2015) pukul 04.43 WIB di layar informasi keberangkatan maskapai tidak ada jadwal keberangkatan AirAsia tujuan Singapura.
Hanya ada keberangkatan tiga pesawat AirAsia, yakni 2 tujuan Jakarta dengan nomor penerbangan QZ7681 yang berangkat pukul 05.40 WIB dan tujuan Denpasar QZ628 berangkat pukul 05.50 WIB serta 1 tujuan Kuala Lumpur QZ320 berangkat 05.40 WIB. "Untuk keberangkatan AirAsia tujuan Singapura pagi ini nihil. Untuk lebih jelasnya tanya counternya saja langsung," kata petugas security Bandara Internasional Juanda pada detikcom.
Namun saat dikonfirmasi ke counter AirAsia, petugas mengaku belum mendapat informasi jelas. Dia masih menunggu kabar dari Jakarta. "Kita bukanya nanti jam 06.00 WIB, kalau untuk itu (pembekuan rute) kita masih nunggu dari Jakarta," kata petugas sambil menutup nama di dadanya. Kemenhub membekukan rute Surabaya-Singapuran AirAsia Indonesia melalui surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara No. AU.008/1/1/DRJU-DAU-2015.
Pembekuan ini bersifat sementara dan mulai berlaku tanggal 2 Januari sampai hasil evaluasi dan investigasi Kemenhub soal masalah ini diumumkan. PT AirAsia Indonesia dinilai melanggar persetujuan rute, yakni melakukan penerbangan di hari Minggu yang tak berizin.
Sumber : Detik


Tidak ada komentar:
Posting Komentar