Kembali Ke TIKET AYA
Untuk info Channel BB bisa Join di PIN BBM C002774EC

Kamis, 01 Januari 2015

Rangkuman Berita Evakuasi Hari Ke V Airasia QZ 8501 1 Januari 2015

Kamis, 01/01/2015 18:54 WIB
Live Update Pencarian Korban AirAsia QZ8501 Hari Kelima

Jakarta - Pesawat AirAsia QZ8501 sudah dipastikan jatuh ke lautan. Memasuki hari kelima, proses evakuasi jenazah korban terus dilakukan. Sejauh ini, ada sembilan jenazah yang telah diangkat dan 6 di antaranya sudah dibawa ke Surabaya.

Bagaimana perkembangannya? Setelah tiga hari melakukan pencarian, akhirnya serpihan dan jenazah pesawat dipastikan berada di koridor V, dekat dengan perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Sejumlah barang ditemukan, seperti koper, ransel makanan, dan serpihan pesawat.

Pada hari keempat kemarin, dua dari enam jenazah berhasil dibawa ke Surabaya untuk diidentifikasi. Sementara dua lainnya baru malam tadi. Cuaca buruk menjadi penghalangnya. Tiga dari enam jenazah berhasil dikenali dari identitas yang menempel di tubuhnya. Mereka adalah: 1. Hayati Lutfiah asal Tegalsari, Surabaya 2.

Khairunisa Haidar Fauzi (22), pramugari 3. Kevin Alexander, mahasiswa asal Malang detikcom akan melaporkan secara update dari waktu ke waktu mengenai proses pencarian penumpang dan kru pesawat tersebut. Anda bisa memantaunya di halaman ini setiap harinya. Berikut beberapa peristiwa dan informasi yang terangkum di hari Kamis (1/1/2015):

Pukul 18.27 WIB
Kepala Basarnas FHB Soelistyo menyatakan bahwa Basarnas telah menemukan 3 jenazah baru yang merupakan korban AirAsia QZ8501. Dengan ini, total jenazah yang telah ditemukan adalah 9. Tiga jenazah baru semuanya berjenis kelamin perempuan. Soelistyo juga merinci serpihan AirAsia yang ditemukan hari ini. Berikut adalah serpihan yang dibawa heli Basarnas dari kapal KD Pahang: - 2 tas hitam - 1 koper abu-abu Kemudian barang-barang yang dievakuasi KD Lekir kemudian diberikan ke KP 5009 Punai milik Polri adalah: - potongan tangga - tabung selam - serpihan logam Soelistyo mengaku masih membutuhkan alat pendeteksi metal di bawah air untuk mencari potongan besar pesawat AirAsia QZ8501 yang diduga berada di dasar laut. Basarnas juga meminta bantuan SKK Migas untuk menurunkan Kapal Tanker ke lokasi penemuan serpihan AirAsia QZ8501. Selain itu, Kapal Punai milik Polri juga akan diberangkatkan guna menghadapi cuaca yang kurang bersahabat di lokasi


Pukul 18.05 WIB
Keluarga penumpang AirAsia merasa ditelantarakan dan dibodohi karena sejak crisis center dipindahkan ke Gedung Mahameru Polda Jatim tidak pernah mendapat update perkembangan proses evakuasi di lokasi. Mendapat protes, Presdir AirAsia Indonesia Sunu Widiatmoko meminta maaf secara langsung kepada keluarga atas ketidaknyamanannya


Pukul 17.57 WIB
Satu lagi jenazah korban AirAsia QZ8501 tiba di RSUD Imanuddin, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Jenazah tersebut berjenis kelamin perempuan. Jenazah tiba pukul 17.00 WIB diantar oleh ambulans milik Lanud Iskandar Pangkalan Bun. Setelah itu langsung dibawa ke ruang yang telah disediakan untuk dibacakan doa oleh pemuka agama.


Pukul 17.02 WIB
Peti jenazah Hayati Lutfiah Hamid (37) tiba di rumah duka Jalan Nala No 14, Desa Sawotratap, sekitar pukul 16.33 WIB, Kamis (1/1/2015). Kedatangan jenazah ibu satu anak dari ambulance Polda Jatim ini disambut hujan deras yang mengguyur di wilayah Sidoarjo.


Pukul 16.30 WIB
Setelah dipastikan identitasnya, jenazah Hayati Lutfiah Hamid diserahkan kepada keluarganya. Penyerahan dilakukan di Balai Rumkit RS Bhayangkara Polda Jatim. Jenazah pertama kali diserahkan oleh polisi yang dilakukan Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf kepada pihak AirAsia yakni Presdir AirAsia Indonesia Sunu Widiatmoko yang kemudian menyerahkannya ke pihak keluarga.


Pukul 16.28 WIB
Dirut RSUD Imanuddin dr Suyuti Syamsul bersiaga 24 jam di rumah sakit yang menjadi posko evakuasi korban AirAsia QZ8501. Dia terus berkoordinasi dengan stafnya untuk memastikan bahwa korban yang diantarkan diperlakukan dengan baik. Perawatan yang difasilitasi oleh RSUD Imanuddin tak sampai ke tahap identifikasi ante mortem. dr Suyuti pun berkata, bahkan untuk membersihkan pun tak dilakukan. Menurut alumnus FK Unhas ini, penanganan korban berjalan lancar. Tidak ada hambatan berarti yang menghambat proses paska evakuasi dan siap diterbangkan ke Surabaya.


Pukul 16.23 WIB
Adrian Fernando (13) siswa kelas 8 SMP Stella Maris Surabaya ini menjadi penumpang pesawat AirAsia QZ8501. Adrian bersama om, tantenya serta sepupunya yang rencananya berlibur di Singapura dan melihat Hello Kitty. Saat ini, jasad mereka belum ditemukan.


Pukul 15.48 WIB
KRI Yos Sudarso siang tadi berhasil menemukan satu korban AirAsia QZ8501 di perairan Jawa. Tidak berselang lama, satu korban lagi berhasil ditemukan KD Pahang milik AL Malaysia di perairan yang sama. Korban mengenakan kaos lengan panjang warna merah dengan celana jeans biru dongker.


Pukul 15.45 WIB
Disaster Victim Identification (DVI) dari Biddokkes Polda Jatim memastikan jenazah pertama yang merupakan korban pesawat AirAsia QZ8501 adalah Hayati Lutfiah Hamid. Kepastian ini didapat melalui metode primer dan sekunder. Sementara itu, jenazah kedua masih belum bisa dipastikan identitasnya karena belum ada kesamaan antara data ante mortem dan post mortem. Jenazah kedua itu memiliki ciri-ciri laki-laki muda, tinggi 145-150 cm, ras mongoloid, rambut hitam panjang kurang dari 6 cm, dan tahi lalat ukuran 4x4 mm di pundak kiri atas.



Kamis, 01/01/2015 18:48 WIB
AirAsia Ditemukan Mengapa 1 Jasad Tak Dievakuasi dari KRI Yos Sudarso? Ini Kata Basarnas

Jakarta - 3 Jenazah korban AirAsia QZ8501 ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Kamis (1/1/2015) ini. 2 Jasad sudah dievakuasi ke RS Imanuddin dari KRI Yos Sudarso dan 1 jenazah belum. Mengapa? "Mengapa 1 jenazah, yang tadinya 2 (jenazah) di Yos Sudarso hanya kita ambil 1 (jenazah)? Pesawat tidak bisa mendarat," jelas Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo dalam jumpa pers di kantor Basarnas, Jl Angkasa, Kemayoran, Kamis (1/1/2015).

Jenazah yang pertama, harus dibawa dengan tali dari heli bersama petugas penyelamat. Namun heli itu memutuskan pergi sebelum jenazah satunya dibawa karena alasan cuaca. "Jenazah satu harus dibawa dengan tali bersama rescuer kita lalu harus segera pergi karena cuaca menghadang. Heli tidak bisa kembali lagi ke kapal. Malam ini dengan sangat menyesal kita tidak bisa bawa satu sekali," jelas Soelistyo. Sampai sore ini total jenazah yang ditemukan ada sembilan. "Sampai hari ini yang sudah pasti ada sembilan jenazah yang sudah ditemukan," jelas Soelistyo.

Soelistyo menjelaskan, dari sembilan jenazah yang sudah ditemukan, enam diantaranya sudah dikirim ke Surabaya. "Untuk dua lagi sudah di Pangkalan Bun dan satu lagi masih berada di Yos Sudarso," ujarnya.



Kamis, 01/01/2015 18:48 WIB
AirAsia Ditemukan Agar Tak Simpang Siur, Identitas Korban QZ501 Disampaikan Lewat 1 Pintu
Jakarta - Basarnas menetapkan jalur informasi satu pintu untuk mengurangi kesimpangsiuran kabar terkait korban pesawat AirAsia QZ8501. Informasi terkait identitas korban hanya dapat disampaikan oleh Posko DVI di RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya. "Saya prediksi akan terjadi berbagai simpang siur informasi, utamanya terhadap jumlah korban, jenis korban, identitas. Saya tetapkan bahwa yang berhak untuk menyampaikan identitas korban yang sudah selesai dilaksanakan proses di DVI, saya limpahkan ke Posko DVI Bhayangkara Jatim," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo di kantornya, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (1/1/2015). Keluarga dapat menghubungi call center Posko DVI RS Bhayangkara Polda Jatim di nomor 031-8299949.

Di posko tersebut, AirAsia telah mempersiapkan list daftar penumpang dan dokter forensik pun siap sedia. "Pertanyaan tentang nama, jenis kelamin saya sepenuhnya limpahkan ke DVI Surabaya," ucapnya. Selain posko di Surabaya, ada dua posko lain yaitu Posko Utama di Jakarta dan Posko Taktis di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Kedua posko itu pun memiliki tugas tersendiri. "Basarnas di posko utama dan Pangkalan Bun bertanggung jawab sampaikan jumlah temuan korban maupun barang yang ditemukan, yang sudah terkonfirmasi," ujar Soelistyo. Saat ini sudah ada 9 korban yang ditemukan oleh Basarnas. Baru ada 1 jenazah yang berhasil diidentifikasi yaitu atas nama Hayati Lutfiah Hamid. Jenazah Hayati kini sudah diserahkan kepada keluarga.



Kamis, 01/01/2015 18:46 WIB
AirAsia Ditemukan Basarnas Minta Bantuan Kapal Tanker TNI AL dan SKK Migas

Jakarta - Basarnas meminta bantuan SKK Migas untuk menurunkan Kapal Tanker ke lokasi penemuan serpihan AirAsia QZ8501. Kapal Tanker itu akan membuat kinerja tim evakuasi dan pencarian body pesawat menjadi lebih efektif. "Saya berangkatkan Kapal Tanker SKK Migas untuk mempersingkat waktu supaya KRI-KRI tidak perlu ke pantai. Jadi ini bisa persingkat waktu," ujar KaBasarnas Marseka Madya Sulistyo di Kantornya, Jl Angkasa, Jakarta, Kamis (1/1/2014).

Selain itu, Kapal Punai 5009 milik Polri juga akan diberangkatkan guna menghadapi cuaca yang kurang bersahabat di lokasi. "Kapal Punai untuk hadapi perkembangan di lapangan," ujarnya. Sulistyo mengatakan, pihaknya juga meminta TNI AL untuk menyiapkan kapal tanker. Ada pun kapal tanker milik TNI AL yang akan menuju lokasi ialah KRI Sorong. "KRI Sorong akan masuk ke daerah operasi," ucapnya.



Kamis, 01/01/2015 18:44 WIB
2 Jenazah AirAsia Diterbangkan dari Pangkalan Bun ke Surabaya

Pangkalan Bun, - 2 jenazah korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 diterbangkan dari Lapangan Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah menuju Surabaya, Jawa Timur. Pantauan detikcom, dua mobil ambulans yang mengangkut dua peti jenazah tiba di Lanud Iskandar pada pukul 18.30 WITA, Kamis (1/1/2015). Personel TNI dan petugas Basarnas menurunkan dua peti yang diberi nomor 007 dan 008 untuk dimasukkan ke pesawat CN-295 TNI AU.

Kepala Basarnas, FHB Soelistyo dalam jumpa pers di Jakarta menyebut ada 3jenazah yang berhasil ditemukan hari ini. Sehingga total jenazah korban AirAsia yang sudah ditemukan sebanyak 9 orang. Selain itu tim SAR juga mengevakuasi serpihan-serpihan yang merupakan bagian pesawat AirAsia. Serpihan-serpihan ini dievakuasi di Laut Jawa oleh 2 Kapal AL Diraja Malaysia, KD Lekir dan KD Pahang. Barang ataupun serpihan yang ditemukan adalah 2 tas hitam, 1 koper abu-abu, potongan tangga, tabung selam dan serpihan logam.



Kamis, 01/01/2015 18:30 WIB
AirAsia Ditemukan 3 Jasad yang Ditemukan Hari Ini Berjenis Kelamin Perempuan
Jakarta - Basarnas menemukan 3 jenazah hingga sore hari ini. Dengan demikian total jasad yang sudah ditemukan ialah 9 jenazah. 3 jenazah terakhir adalah berjenis kelamin perempuan. "Ketiga-tiganya berjenis kelamin perempuan," ujar KaBasarnas, Marsekal Madya Sulistyo, di Kantor Basarnas, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (1/1/2015). Saat ini sudah ada 6 jenazah yang dibawa ke Surabaya. Sedangkan 2 jenazah masih di Pangkalan Bun dan 1 jenazah masih berada di KRI Yos Sudarso. "Kita tunggu besok untuk di bawa ke Pangkalan Bun," ujarnya. Sedangkan 2 jenazah yang ada di Pangkalan Bun diusahakan malam ini akan diterbangkan ke Surabaya, Jatim.



Kamis, 01/01/2015 14:03 WIB
AirAsia Ditemukan Kapal Baruna Jaya Tembus Gelombang 4 Meter di Pangkalan Bun Demi Cari AirAsia
Jakarta - Kapal Baruna Jaya, kapal survei milik BPPT tetap bergerak mencari badan pesawat AirAsia. Kapal dengan peralatan canggih yang dahulu menemukan Adam Air di kedalaman laut Selat Makassar ini menembus ombak 4-5 meter. "Kapal Baruna Jaya tetap beroperasi meski cuaca dinyatakan buruk karena gelombang laut dapat mencapai 4 meter untuk hari ini. Baruna Jaya selain dilengkapi alat canggih survei side scan Sonar sonar dan multi team echo sounder untuk mencari objek sampai kedalaman 200 meter, ternyata juga mampu menembus gelombang Laut sampai 7 meter," jelas Tim Humas Kemenko Maritim Adhi Ferdya, Kamis (1/1/2015).

Kapal yang dikomandani Ishaq ini, terus menyisir kawasan perairan Pangkalan Bun. Kapal ini khusus mencari badan pesawat. Namun tetap melakukan pengangkatan bila menemukan jasad atau barang-barang dari AirAsia. "Para awak kapal Baruna Jaya sudah sangat terlatih untuk menghadapi cuaca buruk dan memiliki prestasi yang baik di antaranya menemukan pesawat Boeing 737 Adam Air didasar laut Selat Makassar," tutup Adhi.



Kamis, 01/01/2015 14:01 WIB
AirAsia Ditemukan KRI Yos Sudarso Kembali Temukan 1 Korban AirAsia di Perairan Jawa
Jakarta - Pencarian terhadap korban AirAsia QZ8501 masih terus dilakukan. Siang ini, KRI Yos Sudarso kembali menemukan satu korban di perairan Jawa. Dari informasi yang didapat, Kamis (1/1/2015), jenazah ditemukan sekitar pukul 11.25 WIB. Jenazah yang belum diketahui identitas dan ciri-cirinya tersebut masih dievakuasi. Menurut Komandan Gugus Kemanan Laut Barat Laksamana Pertama Abdul Rasyid, jenazah ditemukan di perairan Jawa. "Ditemukan di perairan laut jawa jaraknya 80 nautical mile dari Pangkalan Bun," tutupnya.



Kamis, 01/01/2015 12:22 WIB
AirAsia Ditemukan 4 Jenazah Penumpang AirAsia Tiba di Juanda
Surabaya, - Tepat pukul 11.50 Wib, pesawat Hercules C130 TNI AU yang membawa 4 jenazah penumpang AirAsia mendarat di Landasan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Base Ops Juanda. Keempat peti jenazah berwarna putih masing masing diberi nomor 003, 004, 005 dan 006 langsung diturunkan dari pesawat dengan nomor lambung A-1320, Kamis (1/1/2015). "Alhamdulillah kedatangan 4 jenazah sesuai schedule meski sebenarnya dijadwalkan jam 09.00 pagi tadi," kata Gubernur Jatim, Soekarwo. Pakde Karwo sapaan akrab Soekarwo mengaku sampai saat ini masih belum mendapat laporan lebih lanjut berapa jenazah lagi yang akan diterbangkan ke Surabaya. "Belum ada laporan. Hari ini hanya 4 jenazah ini," ujar Pakde Karwo yang diamini Danpuspenerbal Juanda Laksamana Pertama Sigit Setianta yang ikut mendampinginya.

Sumber : Detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar