Minggu, 04/01/2015 18:26 WIB
AirAsia Ditemukan
4 Jenazah Dikirim ke Surabaya dari Pangkalan Bun, Total 34 Jenazah
Pangkalan Bun - Sebanyak 4 jenazah yang berhasil dievakuasi ke darat dan dibawa ke Rumah Sakit di Pangkalan Bun, hari ini juga dikirimkan ke Surabaya. Jenazah itu diturunkan dari ambulans di tengah hujan yang mengguyur tiba-tiba.
Pantauan di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalteng, Minggu (4/1/2014), tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas dan PMI sudah berbaris siap menyambut 4 jenazah yang akan tiba selepas langit Pangkalan Bun menjadi gelap.
Pukul 18.05 WIB suara ambulans dari iring-iringan jenazah mulai terdengar masuk mendekat landasan pacu Iskandar, Pangkalan Bun dari RSUD Sultan Imanuddin. Namun belum sampai 4 ambulan bernomor 01-04 itu di sisi landasan, hujan tiba-tiba mengguyur.
Tim gabungan yang sudah berjajar di sisi landasan, bubar dan mencari tempat teduh.
Sebagian masih bertahan namun tak lagi berbaris. Akhirnya 4 ambulans itu diminta mendekat langsung ke pesawat CN milik TNI AU yang sudah bersiap di landasan.
Satu persatu jenazah yang sudah berada dalam peti putih bernomor 031, 032, 033 dan 034 dimasukkan oleh tim gabungan ke dalam pesawat, meski cuaca masih hujan.
4 jenazah tersebut 3 berasal dari kapal laut JS Onami asal Jepang yang ditemukan tadi pagi, dan satu lagi dari kapal Singapura RSS Persistance. Dengan demikian, maka total sudah 34 jenazah yang ditemukan. 30 di antaranya sudah lebih dulu dikirim ke Surabaya dan sebagian sudah dikembalikan ke keluarga.
Minggu, 04/01/2015 16:26 WIB
AirAsia Ditemukan
Iba KRI Bung Tomo Saat Evakuasi 1 Keluarga yang Terikat Jok Pesawat QZ8501
Semarang - KRI Bung Tomo pada hari Jumat (2/1) kemarin melakukan evakuasi terhadap lima jenazah yang masih terikat di kursi penumpang pesawat AirAsia QZ8501. Rasa iba membuat tim evakuasi rela menerjang ombak dan angin demi mengangkat jenazah tersebut.
Dua baris jok yang masing-masing baris berisi tiga kursi itu kini berada di geladak KRI Bung Tomo dengan posisi ditumpuk dan terikat.
Air laut masih menggenangi beberapa bagiannya.
Komandan KRI Bung Tomo, Kolonel Laut Yayan Sofiyan mengatakan saat akan melakukan evakuasi, gelombang laut cukup tinggi dan angin yang berhembus pun kencang. Namun tim evakuasi tidak bisa tinggal diam karena melihat jok yang berisi tiga jenazah terombang ambing di lautan.
"Kelihatannya satu keluarga ayah, ibu, dan anak duduk terikat seat belt membuat kita iba.
Sehingga anak buah kami dalam situasi cuaca ekstrim, tinggi gelombang 3 sampai 4 meter dan kecepatan angin 25 knot, melakukan evakuasi. Rasa lelah seolah sirna," kata Yayan di KRI Bung Tomo yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Minggu (4/1/12014).
KRI Bung Tomo kemudian melihat lagi jok berisi dua jenazah yang juga dalam kondisi terikat seat belt. Evakuasi pun dilakukan terhadap dua jenazah yang diduga suami istri itu.
"Yang anak-anak kita tidak tahu perkiraan umurnya.
Tapi sekitar 25 tahun ke bawah. Melihat mereka masih satu ikatan sampai ajal menjemput membuat situasi ekstrim tidak kita rasakan," imbuhnya.
KRI Bung Tomo setidaknya sudah mengevakuasi 10 korban dan berbagai pecahan pesawat serta barang-barang milik korban. Jenazah sudah diambil menggunakan helikopter sementara pecahan pesawat dan barang korban masih berada di kapal.
"Rata-rata korban wajahnya sudah rusak, pergelangan tangan dan kaki patah mungkin karena impact saat benturan," ujar Yayan.
Minggu, 04/01/2015 16:05 WIB
AirAsia Ditemukan
Terhalang Lumpur, Penyelam Pencari Bodi Pesawat Lanjut Beraksi Besok Pagi
Pangkalan Bun - Ada 17 penyelam yang berada di kapal MDS Geo Survey. Mereka siap mencari bodi pesawat AirAsia QZ8501 di dasar lautan. Namun karena pekatnya lautan, upaya penyelaman baru bisa dilakukan besok pagi.
Informasi yang dihimpun di kapal Geo Survey, Minggu (4/1/2015), jarak pandang di lokasi pencarian sangat gelap.
Di kedalaman 20 meter, tak ada yang bisa terlihat karena tertutup lumpur pekat.
"Diver akan menyelam besok jam 06.00 WIB sampai jam 09.00 WIB," tutur salah seorang anggota penyelam.
Para penyelam itu untuk sementara akan menginap di kapal MDS Geo Survey. KRI Banda Aceh tempat para penyelam itu sebelumnya beristirahat, akan kembali ke Semarang untuk mengisi logistik.
Sejauh ini, ada lima obyek yang terdeteksi lewat sinyal sonar. Terakhir, ada benda berukuran 9 meter yang terlacak.
Minggu, 04/01/2015 15:29 WIB
3 Jenazah dan Barang Penumpang Dibawa Helikopter Seahawk ke Pangkalan Bun
Pangkalan Bun, - Sebanyak 3 jenazah yang baru ditemukan pagi tadi oleh kapal laut Jepang JS Onami akhirnya berhasil dievakuasi ke Lanud Iskandar, Pangkalan Bun. Jenazah dalam kantong hitam itu diangkut oleh helikopter US Navy Seahawk.
Pantauan detikcom, helikopter milik US Navy tersebut mendarat sekitar pukul 15.00 WIB di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Minggu (4/1/2014). 3 ambulans merapat di pinggir landasan siap mengevakuasi jenazah bersama tim rescue.
Tampak 2 orang kru helikopter Seahawk dengan pakaian pelindung berwarna putih menurunkan satu persatu kantong jenazah berwarna hitam itu lalu dipindahkan ke tandu yang dipegang masing-masing 6 orang dari TNI, Polisi, Basarnas dan PMI.
Sebetulnya ada 4 kantong jenazah, namun satu dibawa ke posko DVI yang masih berada di aera posko gabungan di Lanud Iskandar. Rupanya satu kantong itu adalah barang bawaan diduga koper.
Sementara 3 jenazah yang sudah dimasukkan ke dalam ambulan selanjutnya dibawa ke RSUD Sultan imanuddin, Pangkalan Bun untuk dikemas dalam peti dan selanjutnya dikirim ke Surabaya.
Sebelumnya, Pilot CN-295 Mayor Penerbang Setiawan mengatakan mendapat sinyal dari pesawat Jepang bahwa kapal JS Onami iti menemukan 3 jenazah yang ditemukan di tengah laut pagi tadi.
Namun secara bersamaan pesawat USS Sampson juga menerima informasi tersebut, sehingga bersama CN-295 mendekat ke JS Onami. Tapi akhirnya 3 jenazah itu dibawa helikopter dari USS Sampson ke Lanud Iskandar.
Minggu, 04/01/2015 15:11 WIB
AirAsia Ditemukan
Ini Identitas 3 Jenazah yang Berhasil Diidentifikasi di Hari ke-8
Jakarta - Tim DVI Polri berhasil mengindentifikasi 3 jenazah lagi korban kecelakaan AirAsia QZ8501. Ini identitas 3 jenazah tersebut.
Hasil identifikasi 3 jenazah disampaikan oleh Kapusdokkes Mabes Polri Brigjen Pol Arthur Tampil dalam jumpa pers di RS Bhayangkara, Surabaya, Minggu (4/1/2015).
Kapolda Jatim Irjen Anas Yusuf ikut hadir dalam jumpa pers tersebut.
3 Jenazah yang berhasil diidentifikasi dengan label B015, 016, dan 018. Berikut identitas 3 jenazah tersebut:
1. Wismoyo Ari Prambudi (awak kabin)
Label jenazah 018. Identifikasi primer dari gigi dan sidik jari match antara antemortem dan postmortem. Identifikasi sekunder jenis kelamin laki-laki, tinggi badan 170 cm - 175 cm. Usia 24 tahun. Alamat Klaten, Jawa Tengah.
2. Jie Stevie Gunawan (penumpang)
Label jenazah B015. Identifikasi primer sidik jari match antara antemortem dan postmortem. Identifikasi sekunder jenis kelamin wanita usia 10 tahun. Properti berdasarkan monitoring CCTV pada saat boarding baju sweater lengan panjang warna merah muda, celana panjang jeans warna biru, dan kaos motif bergaris horizontal dengan gambar Minnie Mouse di bagian depan. Alamat Surabaya, Jawa Timur.
3. Juanita Limantara (penumpang)
Label jenazah 016. Identifikasi primer sidik jari dan gigi identik antara antemortem dan postmortem. Identifikasi sekunder wanita usia 30 tahun. Alamat Surabaya, Jawa Timur.
Minggu, 04/01/2015 11:49 WIB
AirAsia Ditemukan
Satu Serpihan dan Jenazah Kembali Ditemukan di Lokasi Pencarian
Jakarta - Tim gabungan Basarnas kembali menemukan serpihan dan satu jenazah di zona pencarian pesawat AirAsia QZ8501. Proses evakuasi masih berjalan.
Kepala Basarnas Marsdya FHB Soelistyo mengatakan, satu jenazah berada di kapal RSS Persistence. Bila cuaca memungkinkan, akan segera diangkut menggunakan helikopter ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
"Satu jenazah itu yang confirm," kata Soelistyo saat jumpa pers di kantornya, Jl Angkasa, Jakarta Pusat, Minggu (4/1/2914).
Sementara serpihan yang ditemukan pukul 03.00 WIB. Dimensinya 9,8 x 1,1x 0,4 meter.
"Lokasinya berdekatan dengan obyek yang kemarin kita temukan dengan hari ini kita temukan," tambahnya.
Dengan demikian, sejauh ini, Basarnas baru mengkonfirmasi 31 temuan jenazah. Tiga jenazah yang kabarnya ditemukan kapal Jepang masih dikonfirmasi ulang.
Minggu, 04/01/2015 11:44 WIB
AirAsia Ditemukan
Basarnas: 20 Pesawat dan 27 Kapal Bantu Pencarian Hari Ini
Jakarta - Memasuki hari ke delapan, Basarnas menyiapkan segala kelengkapan untuk melakukan evakuasi. Basarnas menyiapkan 20 pesawat dan 27 kapal untuk membantu pencarian korban. main body pesawat, termasuk black box.
"Kita siapkan di udara 20 unit. X-Wing 6 unit yaitu Indonesia 4, Korea 1, dan Rusia 1," ujar Kepala Basarnas Marsdya Soelistiyo di kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (4/1/2015).
Selain itu, ada 14 helikopter juga disiapkan di darat dan laut. Indonesia menyiapkan 14 helikopter, Singapura 2 helikopter, dan Amerika Serikat 2 helikopter.
Di daerah laut, ada 27 kapal yang bersiap melakukan evakuasi yang merupakan gabungan dari berbagai instansi.
"16 unit, termasuk 2 kapal tanker, dari luar negeri 11 unit yaitu Singapura 4 unit, Malaysia 3 unit, Amerika 2 unit, dan Jepang 2 unit," ucapnya.
Minggu, 04/01/2015 11:33 WIB
AirAsia Ditemukan
Hari ke-8, Zona Evakuasi AirAsia QZ8501 Diperluas ke Arah Timur
Jakarta - Proses evakuasi dan pencari AirAsia QZ8501 dilanjutkan di hari ke-8. Zona pencarian diperluas ke arah timur.
"Zona evakuasi dan pencarian, yang berwarna kuning, kita perluas ke arah timur," kata Kabasarnas Marsdya FHB Soelistyo di kantornya, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta, Minggu (4/1/2015).
Soelistyo menjelaskan area pencarian diperluas karena diprediksi serpihan dan jenazah sudah jauh terbawa arus yang mengarah ke timur. Perluasan ini untuk antisipasi.
"Karena sudah hari kedelapan, apabila ada obyek yang terbawa arus, dapat kita antisipasi," ujarnya.
Sedangkan untuk zona prioritas dan pencarian bawah air tak ada perubahan lokasi. "Daerah prioritas yang berwarna merah masih tetap, baik posisinya maupun luasannya, begitu juga sektor pencarian bawah air, amsih tetap baik lokasi maupun luasannya," papar Soelistyo.
Minggu, 04/01/2015 11:26 WIB
AirAsia Ditemukan
2 Kapal Jepang Bergerak di Sektor II Cari AirAsia, Ini Formasi Lengkapnya
Pangkalan Bun, - Pencarian besar-besaran atas jatuhnya AirAsia QZ8501 terus dilakukan hingga saat ini memasuki hari kedelapan. Pencarian laut hari ini mengerahkan setidaknya 15 kapal termasuk dua di antaranya kapal milik Jepang.
Berdasarkan data operasi pencarian pesawat AirAsia QZ8501 di Posko Gabungan Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Minggu (4/1/2015), ada 15 kapal laut yang beroperasi hari ini. Termasuk 3 dari Malaysia, 2 Jepang dan 1 Singapura.
Pencarian dibagi ke dalam 4 sektor. Dalam pencarian awal sektor ini disebut sektor V namun belakangan dibagi lagi jadi 4 agar memudahkan pencarian dengan titik utama sektor I. Sementara luas pencarian adalah 90x230 nautical mile.
Berikut data formasi kapal pencari korban dan serpihan jatuhnya AirAsia yang bergerak hari ini:
Sektor I:
KP Balam 4017 (Polair)
KN Bintang Laut (Bakamla)
KP Punay 5009 (Polair)
KN 224 (Basarnas)
Sektor II:
KRI Pattimura (TNI AL)
KD Pahang (Malaysia)
KD Lekir (Malaysia)
KN Mitra Utama (Perhubungan Laut)
KP Maleo (Polair)
Sektor III:
KD Lekiu (Malaysia)
JS Onami (Jepang)
JS Takanami (Jepang)
RSS Supreme (Singapura)N
Sektor IV:
KRI Bung Tomo (TNI AL)
KN Trisula (Penjaga Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok)
Dari ke-15 kapal di atas. Data Posko menyebut ada 4 kapal yang masuk dalam 'Most Probable Area', yaitu KD Lekir, KD Lekiu, RSS Supreme dan KN mitra Utama.
Selain kapal di atas, ada 12 kapal lainnya namun ditulis dalam daftar terpisah karena fokus untuk mencari serpihan dan kerangka pesawat AirAsia, yaitu:
1. USS Sampson (US Navy)
2. USS Fort Worth (US Navy)
3. RSS Presistence (Singapore Navy)
4. RSS Swift (Singapore Navy)
5. RSS Kallang (Singapore Navy)
6. MGS Geo Survey (Asli)
7. Baruna Jaya I (BPPT)
8. KN Arcturus (Perhubungan Laut)
9. KN Jadayat (Perhubungan Laut)
10. Crest Onyx (SKK Migas)
11. KN Purworejo (Basarnas)
12. KRI Banda Aceh (TNI AL)
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalan Bun telah memprediksi bahwa cuaca hari ini relatif kondusif baik di udara maupun laut untuk pencarian hingga dua hari ke depan.
Sumber : detik.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar