Kembali Ke TIKET AYA
Untuk info Channel BB bisa Join di PIN BBM C002774EC

Rabu, 31 Desember 2014

Rangkuman Berita Evakuasi Pagi Hari Airasia QZ 8501 31 Desember 2014

Foto : detik.com
Rabu, 31/12/2014 08:22 WIB
AirAsia Ditemukan Ini KRI Bung Tomo, Kapal yang Evakuasi Jenazah dan Pintu Pesawat QZ8501

Jakarta - KRI Bung Tomo 357, kapal perang terbaru yang dimiliki TNI Angkatan Laut (AL) kini menunjukkan kecanggihannya. Kapal tersebut bertolak dari Koarmatim pada Senin (29/12) lalu untuk menemukan pesawat AriAsia QZ8501 yang hilang sejak Minggu (28/12) lalu.

Dalam keterangan pers yang diterima detikcom dari Dispen Armatim TNI AL, Selasa (30/12/2014), KRI Bung Tomo melakukan penyisiran dengan dua kapal perang lainnya yaitu KRI Yos Sudarso-353 dan KRI Pulau Rengat-711. Dalam penyisirannya, kapal tersebut berhasil menemukan serpihan pesawat AirAsia dan mengevakuasi tiga jenazah yang diduga penumpang pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501.

Dalam melaksanakan misinya, KRI Bung Tomo-357 bergerak bersama KRI Yos Sudarso-353. Kedua unsur melakukan pencarian secara terpisah, KRI Bung Tomo-357 melakukan pencarian di perairan Kalimantan.

Sedangkan KRI Yos Sudarso-353 melaksanakan pencarian di pesisir utara pelayaran Laut Jawa. Setelah melaksanakan pencarian, barulah Selasa (30/12) pukul 13.09 WIB, pada posisi 03.52.92 S 110.27.98 T, KRI Bung Tomo-357 mendeteksi sejumlah benda terapung dan salah satunya berupa emergency exit.

Penemuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan membuat laporan kepada Komandan Guskamlabar selaku Komandan Satgas SAR dari TNI AL. Informasi tersebut juga disampaikan ke Basarnas selaku pengendali SAR. Pada pukul 14.04 WIB pada posisi 03.51.00 Selatan 110.30.00 Timur, KRI Bung Tomo kembali menemukan barang yang diduga milik penumpang pesawat AirAsia berupa koper kecil berwarna biru. Setelah berita penemuan tersebut disebar, dalam waktu yang tidak lama unsur SAR lain baik dari Basarnas maupun TNI Angkatan Udara mendekat ke posisi tersebut. Hingga menjelang pukul 17.00 WIB KRI Bung Tomo-357 berhasil mengevakuasi 3 jenazah, satu di antaranya laki laki sedangkan dua lainnya wanita dewasa.



Rabu, 31/12/2014 08:18 WIB
17 Heli dan 9 Pesawat Base Wing Siap Sisir Selat Karimata Hari Ini

Jakarta - Pasca ditemukannya jenazah dan serpihan AirAsia QZ8501 di perairan Selat Karimata, Kalteng, Presiden Joko Widodo langsung memrerintahkan untuk melakukan pencarian besar-besaran hari ini. 17 Helikopter dan 9 pesawat basewing siap untuk menyisir perairan tersebut. "Unsur udara ada 17 helikopter yang siap digerakkan, dan 9 pesawat base wing," ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo di Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (31/12/2014).

Namun sayang, helikopter dasn pesawat itu belum bisa diterbangkan karena cuaca di sekitar lokasi perairan yangf buruk. "Saat ini belum bisa karena cuaca. 9 pesawat base wing yang sewaktu-waktu akan kita gerakkan mencari dan mengevakuasi," terang Soelistyo. Sementara itu, lanjut Soelistyo, saat ini julah kekuatan yang masuk ke lokasi pencarian sudah 80 persen.

Namun bellum bisa optimal karena cuaca yang buruk. "Di daerah operasi sekarang sudah hampir delapan puluh persen kekuatan sudah masuk, hanya belum bisa dilaksanakan karena gelombang," katanya.



Rabu, 31/12/2014 08:14 WIB
AirAsia Ditemukan Cuaca Buruk, Hercules yang Angkut Penyelam ke Pangkalan Bun Kembali ke Halim

Jakarta - Pesawat Hercules A-1319 yang terbang dari Bandara Halim Perdanakusumah pagi ini menuju ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, kembali lagi ke landasan. Pesawat disebut ada masalah pada radar. Pantauan detikcom, pesawat mulai terbang sekitar pukul 05.40 WIB dari Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta, Rabu (31/11/2014). Pesawat mengangkut tim penyelam TNI AL dan tim PMI.

Namun sekitar pukul 07.15 WIB pesawat landing lagi di ‎Halim Perdanakusumah. Pesawat milik TNI AU itu ada masalah dengan radar, termasuk ada kendala cuaca menuju Pangkalan Bun. "Info dari sana hujan, tadi cukup deras visibility 1 Km. Berangkat pukul 5 visibility masih 5 Km, ternya sudah 1 jam (terbang) nggak mungkin kita paksakan," terang Pangkoops I AU Marsda TNI Agus Dwi Putranto.

Dia mengatakan, pesawat in‎i menyangkut 21 pasukan marinir untuk menyelam lengkap dengan peralatan selam dan juga 11 anggota PMI juga dengan keperluan medisnya. "(Pesawat) Ini tidak searching, (tapi) mengantar ke Pangkalan Bun. Di sana kendalikan Heli," ucapnya. Pukul 07.57 WIB, pesawat Hercules yang juga menyangkut wartawan ini sudah bersiap untuk kembali terbang.



Rabu, 31/12/2014 08:05 WIB
AirAsia Ditemukan Total Ada 6 Jenazah Dievakuasi, Semua Berada di KRI Bung Tomo
Jakarta - Badan SAR Nasional (Basarnas) total sudah mengevakuasi enam jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501. Semua masih berada di KRI Bung Tomo. "Total sudah ada enam. Berada di KRI Bung Tomo," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo di kantornya, Jl Angkasa, Jakpus, Rabu (31/12/2014).

Kemarin, sudah dievakuasi dua perempuan dan satu anak-anak laki-laki. Tiga jenazah lainnya adalah dua laki-laki dan satu perempuan. Rencananya, jenazah-jenazah tersebut akan dibawa ke Pangkalan Bun setelah cuaca membaik. Nantinya, mereka akan dimasukkan ke dalam peti lalu dibawa ke Surabaya. Rabu, 31/12/2014 08:01 WIB AirAsia Ditemukan 3 Jenazah Kembali Ditemukan, Satu Perempuan Adalah Pramugari

Jakarta - Badan SAR Nasional (Basarnas) kembali mengevakuasi 3 jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8501. Mereka terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan. "Ditemukan kembali dan dievakuasi 3 jenazah, dua laki dan satu perempuan," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo di kantornya, Jl Angkasa, Jakpus, Rabu (31/12/2014). Khusus untuk satu perempuan yang ditemukan berpakaian pramugari. "Perempuan ini berpakaian pramugari," imbuhnya. Belum jelas siapa pramugari yang dimaksud. Saat ini jenazah berada di KRI Bung Tomo.



Rabu, 31/12/2014 07:40 WIB
AirAsia Ditemukan TNI AU: Dari Tiga Jasad yang Sudah Dievakuasi, Salah Satunya Anak-anak

Jakarta - Saat melakukan penyisiran Selat Karimata dari udara, TNI AU menemukan sekitar 10 serpihan dan beberapa jasad di selatan perairan Selat Karimata. Jasad yang berhasil dievakuasi salah satunya masih anak-anak. Kadispen TNI AU‎ Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto mengatakan, penyisiran dilakukan menggunakan beberapa pesawat, di antaranya pesawat CN-295 dan Hercules. "Penemuan dari pesawat CN-295 yang melihat ada serpihan pukul 09.52 WIB.

Kemudian jam 11.30 WIB itu baru dari Hercules melihat seperti manusia, karena warna putih dan ternyata benar itu adalah jasad korban yang terlihat hanya memakai underwear," ujar Hadi saat berbincang dengan detikcom, Selasa (30/12/2014).

Pesawat yang melihat jasad tersebut kemudian turun mendekat ke bawah. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui dua jasad berjenis kelamin perempuan dan satu laki-laki. "Pesawat turun mendekat ke bawah, dan terlihat ada korban yang terapung ada dua, jaraknya 500 satu sama lain.

Sehingga yang bisa kita ambil sampai jam 19.00 WIB ada tiga, dua perempuan dan satu laki-laki. Yang laki-laki ini anak-anak," jelas Hadi.



Rabu, 31/12/2014 02:28 WIB
AirAsia Ditemukan Basarnas Duga Bayangan Pesawat QZ8501 Ada di Kedalaman 30 Meter

Jakarta - Kapal KN-224 milik Basarnas berlayar dari Belitung Timur menuju koordinat pencarian pesawat AirAsia QZ-8501 sejak Selasa (30/12) pagi. Sejumlah serpihan pesawat terlihat selama penyusuran itu.

Kepala Kamar Mesin KN-224 Made Oka menyatakan, kapal lain yang juga menyusuri koordinat titik hilangnya AirAsia, KRI 357, menemukan bayangan di dalam laut yang diduga pesawat. Kedalaman bayangan itu sekitar 24-30 meter. "KRI 357 berada dalam jarak 2 jam perjalanan sejak laporan penampakkan bayangan pesawat diterima.

Bayangan badan pesawat itu dilaporkan terlihat pada kedalaman 24-30 meter," kata Made, Selasa (30/12/2014). Bayangan diduga pesawat AirAsia itu berada di posisi 03 derajat 54"48' LS dan 110 derajat 31"04' BT. "Kemungkinan KRI 357 menemukan bayangan Pesawat itu dengan sonar Mereka," lanjutnya. Pada Rabu (31/12) dini hari sekitar pukul 02.30 WITA atau 01.30 WIB, kapal KN-224 tengah berada di Teluk Kumai, Kalimantan Tengah.

Rencananya kapal akan merapat ke darat dan istirahat sejenak sebelum melanjutkan pencarian pada pagi harinya.

 Semua sumber dari detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar