Rabu, 07/01/2015 22:00 WIB
BE-200 Hari Ini Temukan 32 Obyek, Termasuk 3 Life Jacket
Jakarta - Pesawat Beriev BE-200 milik Rusia hari ini kembali melakukan pencarian Pesawat AirAsia QZ8501. Dari hasil pencariannya selama 7 jam terbang, jet amfibi ini berhasil menemukan 32 obyek termasuk 3 life jacket berwarna oranye.
"Tadi kita 2 kali melakukan searching, total sekitar 7 jam," ujar Perwira TNI AU pendamping tim Rusia, Letda Pnb Prayudha usai BE-200 mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim, Rabu (7/1/2014).
Yudha pun mengatakan, pada pencarian pertama sebelum BE-200 mendarat di Lanud Iskandar Pangkalan Bun di siang hari, ada 18 obyek yang ditemukan. Selanjutnya, pesawat yang dapat mendarat di laut ini kembali terbang dan berhasil menemukan 14 obyek lain sebelum landing di Lanud Halim.
Dari keterangan Yudha, ini 32 temuan BE-200 beserta koordinatnya:
Searching pertama
1. Obyek berwarna putih di koordinat S 04 06' 1" E 112 33' 4"
2. Kotak berwarna kuning di koordinat S 03 56' 8" E 112 01' 9"
3. Kotak berwarna kuning di koordinat S 03 56' 879" E 112 05' 835"
4. Serpihan berwarna merah putih 3 buah di koordinat S 03 57' 208" E 112 28' 739"
5. Obyek berwarna oranye di koordinat S 03 56' 57" E 112 35' 41"
6. Obyek berwarna hijau di koordinat S 04 00' 76" E 114 25' 00"
7. Obyek berwarna putih dan kuning di koordinat S 04 03' 074" E 114 21' 078"
8. Obyek berwarna merah di koordinat S 03 59' 56" E 119 59' 45"
10. Box berwarna hitam dan kuning di koordinat S 03 56' 73" E 112 41' 93"
11. Obyek segitiga warna kuning di koordinat S 03 56' 93" E 112 48' 61"
12. Obyek berwarna kuning di koordinat S 04 00' 45" E 113 24' 624"
13. Obyek berwarna abu-abu di koordinat S 04 00' 092" E 114 05' 75"
14. Obyek segitiga berwarna kuning di koordinat S 03 56' 30" E 112 01' 26"
15. Kotak berwarna kuning di koordinat S 03 56' 4" E 112 10' 11"
16. Kotak oranye di koordinat S 3 56' 58" E 112 28' 41"
17. Obyek oranye di koordinat S 3 56' 47" E 112 34' 55"
18. Life Jacket kuning di koordinat S 04 05' 00"
Searching kedua
1. Obyek berwarna cokelat di koordinat S 04 09' 057" E 112 33' 50"
2. Kotak putih di koordinat S 112 48' 19" E 04 00' 48"
3. Obyek berwarna abu-abu di koordinat S 04 13' 21" E 112 25' 54"
4. Obyek berwarna merah di koordinat S 04 21' 40" E 112 27' 07"
5. Obyek berwarna merah di koordinat S 03 58' 11" E 112 34' 43"
6. Obyek berwarna putih di koordinat S 04 01' 684" E 112 37' 33"
7. Obyek berwarna putih di koordinat S 04 03' 415" E 112 37' 173"
8. Obyek berwarna abu-abu di koordinat S 04 18' 414" E 112 42' 2"
9. Obyek berwarna putih di koordinat S 04 16' 96" E 112 43' 57"
10. Obyek berwarna kuning di koordinat S 04 01' 46" E 112 47' 96"
11. Kotak oranye di koordinat S 04 18' 19" E 12 26' 40"
12. Serpihan oranye di koordinat S 04 19' 335" E 112 43' 244"
13. Life jacket oranye di koordinat 04 01' 300" E 112 46' 517"
14. Life jacket oranye di koordinat S 04 57' 896" E 112 50' 895"
BE-200 ini terbang di ketinggian 300 feet saat melakukan pencarian. Area yang mereka sisir berada di sebelah timur Perairan Pangkalan Bun hingga pinggiran Banjarmasin, Kalsel.
"Tapi mereka belum yakin (apakah temuan milik AirAsia), tapi ini suspect. Ada 3 life jacket untuk hari ini," tutup Yudha.
Rabu, 07/01/2015 20:18 WIB
Tragedi AirAsia
Ini Koordinat Penemuan 3 Jenazah oleh Nelayan Pangkalan Bun
Jakarta - Nelayan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, mengaku menemukan 3 jenazah diduga korban Pesawat AirAsia QZ8501 saat sedang melaut. Informasi tersebut diterima Posko Halim Perdanakusuma dari KRI Hasanuddin-366 melalui radio udara.
KRI Hasanuddin menyampaikan temuan 3 jenazah dari nelayan bernama Joko ke Posko Halim Perdanakusuma, Jaktim, Rabu (7/1/2015).
Joko yang telah kembali ke Pangkalan Bun memberikan informasi bahwa rekan sesama nelayannya bernama Angga melihat 3 jenazah terapung di selatan Perairan Pangkalan Bun saat sedang menarik jaring.
Nelayan tidak dapat mengevakuasi temuan jenazah karena terbawa arus ke timur. Joko pun lantas berusaha menghubungi Basarnas untuk meminta bantuan namun tidak bisa sehingga KRI Hasanuddin yang berhasil menerima informasi itu meneruskannya ke Posko Halim agar bisa disampaikan ke Basarnas.
Dari informasi yang diterima, ada 3 koordinat penemuan jenazah. Koordinat penemuan jenazah pertama ada di S 04 08' 500" E 112 13' 500". Jenazah kedua di koordinat S 04 11' 50 E 112 15' 00". Sementara itu koordinat penemuan jenazah ketiga ada di S 04 14' 00" E 112 37' 00".
"Waktu penemuan diperkirakan dimulai siang hari dan terakhir sore hari. (Saat kejadian) nelayan sedang menarik jaring.
Untuk korban jenazah berada di sekitaran posisi tersebut. Dari nelayan disampaikan bergerak kebawa arus menuju timur, korban hanyut terbawa arus ke arah timur," terdengar informasi dari KRI Hasanuddin melalui radio udara di Posko Halim.
Informasi hasil penemuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Juru Radio Udara Posko Halim. Mereka telah melaporkannya ke Basarnas.
Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV
Rabu, 07/01/2015 18:00 WIB
Ekor AirAsia Ditemukan
Kapal MGS GeoSurvey Angkat Ekor Pesawat QZ8501 Besok
Jakarta - Bagian ekor pesawat AirAsia QZ8501 ditemukan oleh tim penyelam dari Kapal MGS GeoSurvey hari ini. Tim penyelam dan tim survei akan melanjutkan tugas dengan mengambil sampel serpihan hingga pengangkatan bagian pesawat pada Kamis (8/1) besok.
"Besok akan diterjunkan 3 tim penyelam. Tim pertama bertugas mengambil sampel dari bangkai pesawat. Tim kedua bertugas mengukur dan memperkirakan berat dari bangkai pesawat. Tim ketiga bertugas untuk memasang floating bag dan mempersiapkan penarikan," kata Komandan Penyelam Mayor Marinir Profs Dhegratmen dari Detasemen Jala Mengkara di Kapal MGS GeoSurvey yang diikuti detikcom, Rabu (7/1/2015).
Evakuasi esok hari akan dimulai pada pukul 06.00 WIB. Ketika sudah ada komando, maka bagian pesawat yang berupa ekor itu akan diangkat.
"Jika beratnya kurang dari 3 ton, bangkai pesawat kemungkinan besar akan dinaikkan ke kapal MGS GeoSurvey," ucap Dhegratmen.
Pengangkatan bangkai pesawat ini juga ditujukan untuk mencari keberadaan black box. Hingga saat ini, keberadaannya masih misterius.
"Ketika tadi penyelam masuk, keberadaan black box sulit untuk dilacak karena sebagian dari badan bangkai pesawat ini terkubur lumpur," ujarnya.
Kapal MGS GeoSurvey hendak melakukan pencarian kembali karena diduga bagian pesawat lain tidak jauh keberadaaannya.
Namun berdasarkan komando dari KRI Banda Aceh, kapal tersebut dilarang meninggalkan lokasi saat ini.
Ekor pesawat AirAsia QZ8501 ditemukan pada koordinat 03.3839S (Lintang Selatan) dan 109.4343E (Bujur Timur). Di titik koordinat itu sudah ditandai dengan bola apung di permukaan laut. Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo memaparkan foto-foto dan mengkonfirmasikan bahwa yang ditemukan Kapal MGS GeoSurvey adalah ekor pesawat. Ada tulisan bagian nomor registrasi '-AX' dan 'Air'.
Rabu, 07/01/2015 17:11 WIB
Dari 8 Jenazah Korban AirAsia, 4 di Antaranya Teridentifikasi Melalui Tes DNA
Surabaya, - Hari ini tim disaster victim identification (DVI) Jawa Timur yang dibantu dari berbagai instansi samping dan DVI dari 5 negara sahabat, berhasil mengidentifikasi 8 jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501. 4 diantaranya diidentifikasi berdasarkan hasil tes DNA.
"Hari ini tadi dilaksanakan rapat rekonsiliasi cukup lama, karena menyatukan data sekunder dan data primer, data antem mortem dan data post mortem.
Kita bersyukur hari ini berhasil mengidentifikasi 8 orang," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf bersama Kabiddokkes Kombes Pol Budiyono di Crisis Center di Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (7/1/2015).
8 jenazah yang sudah sudah teridentikasi yakni :
1. Jenazah B007 atas nama Ratih Sri Andriani (30) wanita asal Surabaya.
2. Jenazah label B010 identik dengan Ruth Natalia Made Puspitasari
(26) wanita ber-KTP Blitar, Jatim.
3. Jenazah label B011 identik dengan Jou Christine Yuanita (62)
wanita asal Surabaya.
4. Jenazah label B012 identik dengan Seotikno Sia (60) laki-laki
warga Surabaya.
5. Jenazah label B023 identik dengan Rudy Soetjipto (54) laki-laki asal Malang.
6. Jenazah label B017 identik dengan Nico Giovani (17) laki-laki asal Surabaya.
7. Jenazah label B014 identik dengan Indah Juliangsih (44) wanita
asala Surabaya
8. Jenazah label B032 identik dengan Stevhanie Yulianto (14) wanita
asal Probolinggo, Jawa Timur.
Dari kedelapan jenazah tersebut, 4 diantaranya diidentifikasi dengan menggunakan metode DNA (deoxyribonucleic acid) yakni pada jenazah label B007, jenazah label B010, Jenazah label B011 dan jenazah label B012. Selain melalui DNA, juga ditambah dengan property, antropologi
maupun temua medis.
Rabu, 07/01/2015 16:32 WIB
Ekor AirAsia Ditemukan
Lokasi Penemuan Ekor Pesawat AirAsia Disterilkan, Dikelilingi 12 Kapal
Jakarta - Koordinat di mana ekor pesawat AirAsia QZ8501 ditemukan 03.3839S (Lintang Selatan) dan 109.4343E (Bujur Timur) kini ditandai dengan bola apung berdiameter 1 meter warna oranye. Tak cuma itu, di sekitar koordinat tersebut disterilkan.
Pantauan detikcom di atas Kapal MGS GeoSurvey, Rabu (7/1/2015), area pencarian kapal ini seluas 2x2 km persegi sudah disterilkan. Ada 12 kapal mengelilingi area 2x2 km persegi ini dengan melego jangkar.
Dari 12 kapal itu, ada 4 KRI, salah satunya termasuk KRI Banda Aceh. Sedangkan kapal lainnya ada Kapal Baruna Jaya I, kapal Basarnas dan sebagainya. Kapal MGS GeoSurvey sendiri masih berada di dalam area 2x2 km persegi, tepatnya 30 meter dari koordinat yang dipasang bola apung itu.
Sebelumnya 2 penyelam mengkonfirmasi benda-benda di bawah permukaan laut yang ditemukan sonar dan multi beam echo sounder Kapal MGS GeoSurvey.
Benda itu berdimensi panjang 10 meter, lebar 5 meter dan tinggi 3 meter. Posisinya berbentuk seperti kubus menghunjam ke dasar laut dan berada di kedalaman 25-34 meter di perairan Selat Karimata.
Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo memaparkan foto-foto dan mengkonfirmasikan bahwa yang ditemukan Kapal MGS GeoSurvey adalah ekor pesawat. Ada tulisan bagian nomor registrasi '-AX' dan 'Air'.
Rabu, 07/01/2015 16:17 WIB
Ekor AirAsia Ditemukan
Ekor AirAsia QZ8501 Ditemukan, Basarnas Fokus Angkat Black Box
Jakarta - Ekor pesawat AirAsia QZ8501 sudah diketemukan. Kini Basarnas berupaya mengangkat black box pesawat yang posisinya terendam di lumpur tersebut.
"Posisi black box itu sendiri harus diangkat dari ekor pesawat," kata Deputi Operasi Basarnas, Brigjen SB Supriyadi, dalam konferensi pers di Pangkalan Bun, Rabu (7/1/2015).
Kini sedang dicari upaya untuk mengangkat black box. Karena posisi pesawat tertutup lumpur.
"Bagaimana mengangkat black box, kondisi terakhir kemungkinan ekor ini tenggelam ke dalam lumpur. Sehingga ada teknik untuk mengangkatnya," katanya.
Sejumlah peralatan sedang disiapkan untuk mengangkat black box seperti balon apung.
Rabu, 07/01/2015 16:15 WIB
Ekor AirAsia Ditemukan
Koordinat Ekor Pesawat AirAsia QZ8501 Ditandai dengan Bola Apung
Jakarta - Ekor pesawat AirAsia QZ8501 ditemukan pada koordinat 03.3839S (Lintang Selatan) dan 109.4343E (Bujur Timur). Di titik koordinat itu sudah ditandai dengan bola apung di permukaan laut.
Pantauan detikcom yang berada di atas Kapal MGS GeoSurvey, Rabu (7/1/2015), terlihat ada 2 penyelam yakni Sersan Mayor Marinir Bovlen Sirait dan Serka Marinir Oo Sudarna dibantu 2 kapal karet Marinir memasang bola apung berdiameter 1 meter berwarna oranye tepat di koordinat posisi ekor ditemukan.
Sebelumnya 2 penyelam itu mengkonfirmasi benda-benda di bawah permukaan laut yang ditemukan sonar dan multi beam echo sounder Kapal MGS GeoSurvey. Benda itu berdimensi panjang 10 meter, lebar 5 meter dan tinggi 3 meter. Posisinya berbentuk seperti kubus menghunjam ke dasar laut dan berada di kedalaman 25-34 meter di perairan Selat Karimata.
Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo memaparkan foto-foto dan mengkonfirmasikan bahwa yang ditemukan Kapal MGS GeoSurvey adalah ekor pesawat. Ada tulisan bagian nomor registrasi '-AX' dan 'Air'.
Sumber : detik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar