Kembali Ke TIKET AYA
Untuk info Channel BB bisa Join di PIN BBM C002774EC

Senin, 26 Januari 2015

Rangkuman Berita Evakuasi Airasia QZ 8501 25 Januari 2015

Foto : detik
Minggu, 25/01/2015 18:09 WIB
2 Jenazah Korban AirAsia QZ8501 Teridentifikasi dari Gigi dan CCTV

Surabaya, - Tim Disaster victim identification (DVI) Polda Jawa Timur hari ini berhasil mengidentifikasi 2 jenazah korban pesawat AirAsiaQZ8501. Identifikasi berdasarkan data primer dan sekunder seperti dari gigi dan CCTV. "Hari ini 2 jenazah berhasil diidentifikasi," kata Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Budiyono saat jumpa pers di Crisis Center AirAsia QZ8501 di Mapolda Jatim Jalan A Yani Surabaya, Minggu (25/1/2015).

Jenazah yang berhasil diidentifikasi yakni jenazah berlabel B054 atas nama Herumanto Tanus (44) warga Surabaya. "Berdasarkan data primer yaitu pemeriksaan gigi yang terdapat kecocokkan antara data post mortem dengan ante mortem," tuturnya sambil menambahkan, pencocokkan dengan dental record dari dokter gigi yang pernah menangani perawatan gigi korban semasa hidup. Sedangkan jenazah kedua yang berhasil diidentifikasi yakni Lia Sari (36) warga Mojokerto.

Jenazah berlabel B062 ini identik dengan jenazah Lia setelah dicocokkan metode primer pemeriksaan gigi. Sedangkan metode sekunder pengungkapan identifikasi jenazah Lia Sari ini berdasarkan property dan pemeriksaan CCTV. Juga berdasarkan data medis dan antropologi berupa usia, jenis kelamin dan tinggi badan sama persis dengan korban. "Dari hasil analisa CCTV, korban memakai baju dan celana panjang sama persis dengan yang ada di CCTV," tandasnya.

Jenazah korban AirAsia QZ8501 yang diterima di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim sampai hari ini sebanyak 69 jenazah. Dari jumlah tersebut, 52 jenazah sudah teridentifikasi. Sedangkan sisa 17 jenazah, 11 diantaranya masih dilakukan pendalaman. Sedangkan 6 jenazah yang tiba kemarin malam sedangkan dilakukan pemeriksaan post mortem.



Minggu, 25/01/2015 11:32 WIB
Tragedi AirAsia Cuaca Tiba-tiba Buruk, Pengangkatan Badan AirAsia QZ8501 Dihentikan

Selat Karimata - Cuaca di perairan Karimata, Kalimantan Tengah, mendadak tidak bersahabat siang ini. Operasi pengangkatan badan pesawat dihentikan sementara. Padahal, sebelumnya cuaca sangat baik. detikcom yang berada di KRI Banda Aceh tak jauh dari titik operasi menyaksikan badan pesawat sempat terangkat pada pukul 09.38 WIB, Minggu (25/1/2015).

Namun sebelum dievakuasi, badan pesawat kembali terhempas ke dasar laut. Berdasarkan laporan ke KRI Banda Aceh, tali pengikat putus. Sejauh ini masih diobservasi belting bagian mana yang putus. Satu jenazah sempat mengapung saat badan pesawat terangkat. Jenazah langsung dievakuasi ke KN Pacitan. Tak berapa lama, awan tiba-tiba gelap.

Angin berembus kencang. Hujan pun turun. Menurut laporan di lokasi pengangkatan badan pesawat, angin berembus 30-35 knot, jauh dari standar aman untuk menyelam yakni di bawah 1 knot. Cuaca buruk mengakibatkan gelombang 2-3 meter. Saat ini, para penyelam telah kembali ke kapal Crest Onyx dan menunggu cuaca membaik.



Minggu, 25/01/2015 11:23 WIB
Tragedi AirAsia Badan Pesawat Sempat Terangkat Lagi, 1 Jenazah Ikut Mengapung

Selat Karimata - Proses evakuasi korban dan serpihan pesawat AirAsia Qz8501 terus dilanjutkan. Hari ini sebanyak 81 penyelam TNI AL disiagakan untuk pengangkatan badan pesawat nahas tersebut. Proses pengikatan dan belting pagi ini sudah kembali dimulai sejak pukul 05.00 WIB, Minggu (25/1/2015).

Badan pesawat sempat terangkat, tapi kemudian terempas lagi ke dasar laut. Sebagian penyelam dari KRI Banda Aceh telah berada di kapal Crest Onyx sejak Sabtu malam kemarin. Mereka melakukan penguatan belting dan tali pengikat. Sementara lifting bag yang digunakan masih tetap 1 buah berukuran 10 ton. Kapal Crest Onyx inilah yang akan menarik badan pesawat‎. detikcom yang berada di KRI Banda Aceh menyaksikan badan pesawat mengapung pada 09.38 WIB, namun 2 Menit kemudian, badan pesawat terempas ke laut. Saat badan pesawat terangkat, satu jenazah ikut mengapung.

Jenazah langsung dievakuasi oleh Basarnas dengan perahu karet ke KN Pacitan. Selain jenazah, puing-puing pesawat ikut mengapung. Saat ini, cuaca di lokasi mendung dan berangin kencang, tinggi gelombang 1-2 meter. Sabtu (24/1) kemarin, badan pesawat juga sempat terangkat hingga kedalaman 7 meter di bawah permukaan laut. Tapi kemudian terempas lagi karena tali pengikat lepas.



Minggu, 25/01/2015 23:37 WIB
Pengikatan Tali Menjadi Kendala Pengangkatan Main Body AirAsia

Kotawaringin Barat, - Badan pesawat AirAsia hari ini sempat terangkat ke permukaan laut. Namun putusnya tali pengikat mengakibatkan main body kembali jatuh ke dasar laut. Usai di evaluasi, pengikatan menjadi kendala putusnya tali tersebut. "Hasil evaluasi masalah pengikatan, yang terjadi pada saat bodi pesawat akan diangkat tegangan ikatan makin kencang, sehingga tegangan makin kencang dan ombak datang jadi bodi pesawat ini goyang sehingga tiba-tiba putus kembali," kata Direktur Operasional Basarnas Marsma SB Supriyadi di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng, Minggu (25/1/2015).

Dengan dua kali gagal mengangkat main body, tim SAR akan menambah tali pengikat, yang sebelumnya dua ikatan tali akan ditambah menjadi empat ikatan. Kemudian, pengikatan akan lebih dikencangkan agar tali tidak kembali putus saat proses pengangkatan. "Karena ikatan-ikatan ini jadi kendala penyelam karena beratnya beban kondisi pesawat, maka perlu penambahan lagi ikatan-ikatannya," paparnya. Menurutnya, kondisi badan pesawat saat ini tidak sempurna, panjangnya hanya sekitar 10 meter. Namun, diperkirakan masih banyak jenazah di dalamnya.

"Badan pesawat kondisi sudah tidak sempurna lagi, kondisi sudah sangat hancur di dalam kabin, itu perlu kita teliti lagi apakah masih ada jenazah yang terperangkap," terangnya. Setelah berhasil diangkat, badan pesawat akan dibawa ke Pelabuhan Kumai menggunakan kapal Crest Onyx. "Badan pesawat akan dijadikan satu dengan beberapa serpihan agar semuanya kita tampung di gudang pelabuhan kumai dan nantinya bs diangkut sekaligus ke Jakarta," tutupnya.



Sabtu, 24/01/2015 19:21 WIB
AirAsia Ditemukan Total 69 Jenazah Penumpang QZ8501 Berhasil Dievakuasi Hingga Hari Ke-28
Jakarta - Tim penyelam hari ini berhasil mengevakuasi 4 jenazah yakni 3 perempuan dan 1 pria. Dengan tambahan 4 jenazah tersebut, total 69 jenazah yang telah ditemukan sampai saat ini. "Hasil yang diperoleh dari operasi SAR hari ini kami menghasilkan 4 jenazah. Total keseluruhan berjumlah 69 jenazah," kata Supriyadi di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng, Sabtu (24/1/2015).

Selain evakuasi jenazah, tim SAR hari ini juga berupaya mengangkat badan pesawat dari dasar laut. Namun pengangkatan badan pesawat terkendala karena cuaca yang kurang bersahabat. "Jadi tadi sudah sempat pesawatnya naik. Namun karena kondisi cuaca maka sebagian dari tali web sling terlepas. Arusnya saat itu semakin kencang antara 3 sampai 5 knot, visibility 1 sampai 2 meter, ini menyulitkan penyelam yang bertugas," jelas Supriyadi.

Sementara itu, hari ini masih terdapat 5 kapal di lokasi pencarian yang membantu proses pengangkatan pesawat AirAsia QZ8501 yakni KRI Banda Aceh, KRI Soputan, KRI Teluk Sibolga, KN Pacitan, dan KN Crest Onix. Adapun penyelam yang terjun untuk proses pengangkatan main body sebanyak 73 orang. Dengan terganggu oleh cuaca yang buruk, sehingga proses pengangkatan pesawat dihentikan dan akan dilanjuktan esok. "Opersai dilanjutkan besok pagi. Mudah-mudahan besok cuaca bersahabat sehingga smua kegiatan operasi dapat dilaksanakan dengan semaksimal mungkin," pungkasnya.



Sabtu, 24/01/2015 17:18 WIB
Kondisi Jenazah Kurang Bagus, DVI Kesulitan Identifikasi 13 Jenazah AirAsia
Surabaya - Sebanyak 13 jenazah yang berada di cold storage di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim masih belum teridentifikasi. Tim disaster victim identification (DVI) kesulitan, karena kondisi jenazah rusak dan belum ada kecocokkan data ante mortem dan post mortem. "Kondisi jenazah yang kita terima sudah tidak bagus," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono saat jumpa pers di Crisis Center AirAsia QZ8501 di Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Sabtu (24/1/2015).

Awi menerangkan, 10 jenazah yang tiba kemarin di RS Bhayangkara Polda Jatim sudah dilakukan pemeriksaan post mortem. Termasuk 3 jenazah AirAsia QZ sebelumnya. Namun, sampai hari ini, tim DVI masih belum menyimpulkan dan mengidentifikasi jenazah tersebut. Pasalnya, belum ada kecocokkan antara data post mortem dan ante mortem yang sudah dikumpulkan oleh tim DVI.

"Kita akan terus mendalami jenazah yang belum teridentifikasi. Kita akan terus mencari data tambahan data pembanding dengan keluarga korban," jelasnya sambil menambahkan, untuk sampel DNA 10 jenazah juga sudah diambil dan akan dikirim ke Mabes Polri. "Sampel DNA sudah. Kami akan berusaha semaksimal mengidntifikasi jenazah dengan segera mengirimkan sampel DNA ke Mabes Polri.

Mengingat kondisi jenazah yang kuang bagus," tandasnya. Jenazah AirAsia QZ8501 yang sudah diterima di RS Bhayangkara sebanyak 63 jenazah. Dari jumlah tersebut, 50 jenazah teridentifikasi sedangkan sisanya 13 jenazah belum teridentifikasi. Rencananya hari ini akan kedatangan 6 jenazah lagi yang dikirim dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. "Rencananya sore nanti dikirim dari Pangkalan Bun," jelas mantan Kapolres Magetan ini.



Sabtu, 24/01/2015 14:11 WIB
Tragedi AirAsia Kondisi Kokpit dan Bodi Utama QZ8501 Terpisah Sejauh 500 Meter
Pangkalan Bun - Direktur Operasional Basarnas Marsma SB Supriyadi mengatakan posisi main body dan kokpit pesawat AirAsia QZ8501 berada di dua lokasi terpisah. Jarak kedua objek tersebut diperkirakan sekitar 500 meter di dasar lautan. "Info kokpit dan badan pesawat jaraknya 500 meter.

Di antara dua itu, kita fokus dulu pengangkatan badan pesawat dan evakuasi jenazah," kata Supriyadi di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng, Sabtu (24/1/2015). Namun demikian, Supriyadi belum dapat memastikan kokpit akan diangkat dari laut atau tidak. Kemungkinan besarm lanjutnya, di dalam kokpit masih terdapat jenazah pilot dan kopilot.

"Kemungkinan besar pilot dan kopilot masih ada di kokpit. Nanti penyelam juga angkut jenazah pilot dan kopilot apabila ditemukan di kokpit," jelasnya. Hingga saat ini, tim SAR telah menemukan 69 jenazah korban AirAsia QZ8501. Empat jenazah ditemukan Sabtu (24/1) pagi dalam kondisi mengambang di perairan Karimata.

Selanjutnya, empat jenazah tersebut dievakuasi ke KN Pacitan oleh tim gabungan dari TNI AL dan beberapa personel Basarnas. Direncanakan, apabila tidak ada tambahan penemuan jenazah, maka empat jenazah tersebut akan langsung diterbangkan ke Lanud Iskandar, Pangkalan Bun. "Kalau memang korban banyak dan lebih dari 4 korban nanti pakai kapal diberangkatkan ke Pelabuhan Kumai. Kalau sedikit pakai helikopter," terang Supriyadi.



Sabtu, 24/01/2015 10:46 WIB
Tragedi AirAsia 4 Jenazah Mengapung di Tengah Pengangkatan Bodi Pesawat AirAsia Perairan
Karimata - Proses pengangkatan main body QZ8501 hingga saat ini masih berlangsung di perairan Karimata, Kalimantan Tengah, Sabtu (24/1/2015). Lifting bag‎ yang digunakan untuk mengapungkan pesawat perlahan sudah berada di permukaan laut. Detikcom yang berada di KRI Banda Aceh menyaksikan beberapa jenazah mengapung di area tersebut. ‎Sejauh ini, sudah ada 4 jenazah yang dievakuasi ke KN Pacitan oleh penyelam gabungan TNI AL dan beberapa personel Basarnas. Proses pengapungan dilakukan oleh kapal Crest Onyx.

Badan pesawat rencananya juga akan diangkat ke kapal milik SKK Migas tersebut untuk selanjutnya dibawa ke Jakarta. Sebanyak 11 tim penyelam gabungan TNI AL sudah bekerja sejak pukul 05.00 WIB. Masing-masing tim terdiri dari 4 orang. Hingga pukul 10.00 WIB, proses pengangkatan bodi pesawat masih berlangsung.

Bodi pesawat berada di kedalaman 30 meter dan berjarak 3.400 meter dari titik penemuan ekor yang sudah diangkat beberapa waktu lalu. Cuaca pagi tadi di sekitar Selat Karimata terpantau bagus. Kecepatan arus bawah laut 0,3 knot dengan tinggi gelombang 1-2 meter. Sebelumnya, pada Jumat (23/1/2015), Direktur Operasional Basarnas Marsma SB Supriyadi di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng menyatakan, pihaknya telah menemukan total jenazah 65 orang. "Hari ini mendapatkan 6 korban. Sehingga total jenazah ditemukan sudah 65 korban," kata Supriyadi.

Sumber : Detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar