Kembali Ke TIKET AYA
Untuk info Channel BB bisa Join di PIN BBM C002774EC

Rabu, 21 Januari 2015

Rangkuman Berita Evakuasi Airasia QZ 8501 20 Januari 2015

Foto : Detik
Selasa, 20/01/2015 20:10 WIB Tragedi AirAsia AirAsia Tak Bisa Pastikan Kapan Kompensasi Penumpang Akan Dibayar

Jakarta - Maskapai AirAsia akan membayar asuransi sebesar Rp 1,25 miliar untuk tiap penumpang. Namun, ia tak memberikan kepastian kapan uang tersebut akan diberikan pada keluarga korban.

"Jumlah nominal yang akan dikeluarkan untuk kompensasi untuk korban air asia sebesar Rp 1,25 miliar tunduk pada ketentuan pemerintah," kata CEO AirAsia Indonesia, Sunu Widyatmoko pada wartawan, Selasa (20/1/2015).

Hal ini disampaikannya di DPR usai mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi V DPR dan Menteri Perhubungan, Basarnas dan KNKT soal jatuhnya pesawat AirAsia QZ9501. Namun, ia tak mau menjawab saat wartawan menanyakan kapan dana tersebut diberikan pada keluarga korban. Ia merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan No 77 tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkutan Udara.

Dalam Permen itu, disebut: penumpang yang meninggal dunia di dalam pesawat udara karena akibat kecelakaan pesawat udara atau kejadian yang semata-mata ada hubungannya dengan pengangkutan udara diberikan ganti kerugian sebesar Rp. 1.250.000.000,00 (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) per penumpang. Uang itu akan diserahkan pada hak waris yang sah dari penumpang pesawat. Santunan juga akan diberikan pada keluarga penumpang yang belum, ditemukan. Namun, pihak AirAsia masih akan menunggu keputusan pemerintah terkait proses evakuasi penumpang yang masih berlangsung sampai saat ini.

"Tetap ada kompensasi untuk keluarga korban yang belum ditemukan anggota keluarganya tapi kami menunggu keputusan pemerintah untu kelanjutan operasi," ucapnya. Sunu juga menekankan sampai saat ini pihak AirAsia masih menaruh perhatian utama pada proses pencarian penumpang yang belum ditemukan. "Sampai saat ini saya belum fokus untuk bisnis. Saya fokus pada keluarga korban yang sedang mengalami kesulitan," pungkasnya.



Selasa, 20/01/2015 19:41 WIB
AirAsia Ditemukan Operasi Utama akan Dihentikan, Kabasarnas Pastikan Evakuasi Harian Berlanjut
Jakarta - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya Henry Bambang Soelistyo mengatakan operasi utama pencarian jenazah korban jatuhnya pesawat AirAsia Qz 8501 suatu saat akan dihentikan "Masalah operasi kapan diberhentikan, saya ngomong berkali-kali, bahwa tidak mungkin operasi pokok itu berlanjut sepanjang massa kan tidak mungkin," ujar Soelistyo usai raker dengan Komisi V di Gedung KK2, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2015).

Dia mengatakan, Basarnas sudah berkomunikasi dengan keluarga korban. Keluarga korban menurut Soelistyo dapat memahami bila operasi pencarian dihentikan. Meski operasi utama dihentikan bukan berarti proses evakuasi sambung Soelistyo, berhenti total. "Mereka (korban) sudah memahami, bahwa operasi suatu saat akan dihentikan.

Tetapi saya sudah menjawab dengan keinginan mereka, bahwa operasi ini akan diteruskan dengan operasi harian basarnas. Jangan khawatir kalau operasi itu akan berkurang dengan sekarang," tutur Jenderal TNI bintang tiga itu. Lantas, apakah proses pencarian utama bakal hanya sampai Selasa, (27/1)? Dia enggan memberikan jawaban pasti.

Namun, persoalan ini harus melihat perasaan keluarga korban. "Makanya tadi ada kata-kata 27 Januari, nah ini jangan di apa ya, jangan dieksplor. Tanggal 27 itu harus ditutup, bukan kok," sebutnya. Soelistyo menepis operasi utama dihentikan karena persoalan anggaran. Menurutnya, dalam operasi pencarian SAR, ada jenjang waktu yang tidak bisa disamakan dalam mengerahkan kekuatan. "Lho, gini lho.

Saya paham kalau proses ini. Awal-awal besar, lama waktunya, tidak mungkin saya melakukan itu dengan kekuatan yang sama melakukan panjang mesti saya kurangi kan. Sekarang tinggal tiga KRI, kemudian tiga kapal basarnas, dua heli Basarnas, terus helinya TNI AL," tuturnya.



Selasa, 20/01/2015 18:42 WIB
Komisi V Sepakat Bentuk Panja AirAsia QZ 8501

Jakarta - Komisi V DPR sepakat membentuk panitia kerja (Panja) terkait tragedi jatuhnya AirAsia QZ 8501 tujuan Surabaya-Singapura. Pembentukan Panja diharapkan bisa memperbaiki sistem penerbangan nasional. "Kita sepakat sepuluh fraksi untuk bentuk Panja demi perbaikan penerbangan nasional. Ini kesimpulan tunggal rapat," kata Ketua Komisi V DPR, Fary Djemi Francis di sela-sela raker dengan Kemenhub serta unsur pemerintah di Gedung KK2, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2015).

 Sebelumnya, perwakilan masing-masing fraksi menyampaikan pandangannya terkait pembentukan Panja. "Kita mendorong pemerintah dan seluruh stakeholder mencari solusi. Maka kita harapkan ada panja, dan bila ditemukan kelemahan Undang-Undang No 1 Tahun 2009 nanti kita cari bersama-sama," kata anggota Fraksi PDIP Rendy Affandy Lamadjido. Hal senada dikatakan Anggota Komisi V dari Fraksi Demokrat, Bahrum Daido.

Dengan Panja, dinilai bisa mengurangi kecelakaan pesawat. Begitupun dengan Fraksi PKS yang diwakili Abdul Hakim "Kami dari fraksi Demokrat setuju seperti PKS untuk pembentukan Panja, bisa meningkatkan kinerja penerbangan. Jadi tidak mencari siapa yang salah dan benar," sebutnya. Adapun perwakilan Golkar, Muhidin, menekankan Panja bisa menjadi pengingat dan evaluasi kualitas penerbangan di Indonesia. "Saya sepakat dengan teman-teman untuk membentuk panja dalam meningkatkan kualitas penerbangan, keselamatan kita," tutur Wakil Ketua Komisi V itu. Dukungan pembentukan Panja dari Fraksi PPP dan PAN diwakili Nurhayati serta Taufan Tiro.

Keduanya beralasan fraksinya mendukung pembentukan Panja juga sebagai evaluasi dunia penerbangan di dalam negeri. Tidak ketinggalan Fraksi NasDem juga demikian. "Buat kebaikan masyarakat, Nasdem ikut setuju Panja ini," katanya.



Selasa, 20/01/2015 18:13 WIB
Tragedi AirAsia Foto saat Tertawa Membuat Jenazah Andreas Widjaja Dapat Teridentifikasi
Surabaya - Setelah dua hari tanpa hasil, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim akhirnya dapat melakukan identifikasi terhadap jenazah AirAsia yang ada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim. Ada satu jenazah yang dapat diidentifikasi hari ini. "Tidak terbantahkan lagi, jenazah dengan label B045 teridentifikasi atas nama Andreas Widjaja, laki-laki usia 32 tahun, warga Surabaya," kata Ketua Tim DVI Polda Jatim Kombespol Budiyono dalam konferensi pers di Polda Jatim, Selasa (20/1/2015).

Kepastian identitas Andreas Widjaja, kata Budiyono, dipastikan dari data primer yakni kecocokan DNA dengan ayah dan ibu korban. Sementara data pendukung yakni data sekunder, kata Budiyono, berasal dari medis dan antroplogi (jenis kelamin, usia, tinggi badan), pemeriksaan gigi, dan properti. "Properti dalam hal ini keluarga mengenali pakaian dan celana korban melalui CCTV. Dan satu lagi, ponsel yakni BlackBerry Q10 yang ditemukan diaku oleh keluarga merupakan milik korban," ujar Budiyono.

Khusus untuk pemeriksaan gigi, Budiyono mengatakan bahwa kecocokan gigi didapat dengan membandingkan gigi korban dengan foto korban semasa hidup. Foto korban yang tertawa memperlihatkan adanya kesamaan dengan gigi korban. "Gigi tidak lengkap. Foto korban semasa hidup yang tertawa memperlihatkan adanya taring kiri bawah ketiga yang posisinya terjadi rotasi. Cocok dengan gigi korban saat dilakukan pemeriksaan gigi," kata Budiyono.

Dengan satu jenazah yang teridentifikasi, maka sudah ada 46 jenazah korban AirAsia yang sudah teridentifikasi dari 53 jenazah yang sudah ditemukan. "Masih ada tujuh jenazah lagi yang masih harus kami identifikasi," tandas Budiyono.



Selasa, 20/01/2015 16:20 WIB
Tragedi AirAsia Kondisi Jenazah Rusak, Tim DVI Mulai Gunakan Teknik Super Impose
Surabaya - Seiring waktu, jenazah korban AirAsia Q8501 yang ditemukan belakangan, kondisinya sudah tidak bagus lagi. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim pun tidak mudah lagi dalam melakukan proses identifikasi, utamanya menemukan data primer. Teknik pencocokan DNA tetap menjadi yang utama untuk proses tersebut.

Tetapi untuk lebih mempercepat proses identifikasi, tim DVI kini menggunakan teknik super impose untuk memastikan identitas korban. "Super impose adalah teknik untuk mencocokkan gambaran tubuh korban melalui foto korban semasa hidup. Teknik ini sangat berguna karena kondisi tubuh korban sudah tidak utuh lagi," ujar Kepala Tim DVI Polda Jatim Kombes Budiyono kepada wartawan, Selasa (20/1/2015). Budiyono mengatakan, semua bagian tubuh bisa diidentifikasi menggunakan teknik super impose.

Tetapi biasanya super impose dilakukan cukup pada wajah saja. Dengan super impose, maka bagian tubuh korban seakan-akan bisa direkonstruksi dengan utuh berdasarkan gambaran pada foto korban semasa hidup. "Teknik ini akurat karena sudut-sudut pada bagian tubuh sudah diukur dengan tepat sehingga ketepatannya terukur," lanjut Budiyono. Meski super impose menjadi pilihan saat ini, namun Budiyono tetap berpatokan pada DNA untuk hasil akhirnya. "Teknik DNA dan super impose bisa berjalan seiring dan saling melengkapi," tandas Budiyono.



Selasa, 20/01/2015 15:08 WIB
Kabasarnas: Selama 16 Hari Pencarian AirAsia, Kami Mengeluarkan Rp 537 Juta
 Jakarta - Komisi V DPR menggelar rapat kerja dengan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan dan Kabasarnas Marsekal Madya Henry Bambang Soelistyo. Dalam paparannya, Soelistyo mengungkapkan anggaran yang telah dikeluarkan untuk pencarian pesawat AirAsia QZ8501 selama 16 hari sebesar Rp 537 juta. "Gambaran mengenai anggaran selama 16 hari pencarian, kami baru mengeluarkan Rp 537.580.000," kata Soelistyo dalam raker dengan Komisi V DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta,Selasa (20/1/2015).

Soelistyo mengatakan tim SAR gabungan mendapat bantuan dari pemerintah daerah hingga masyarakat lokal dalam operasi pencarian jenazah korban dan badan QZ8501. Namun, menurut dia, pengeluaran yang besar adalah bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional kapal. "Yang besar itu untuk BBM, besarnya memang buat kapal," ujar jenderal TNI bintang tiga itu.

Dia menjelaskan tim SAR gabungan sudah menemukan 53 jenazah korban QZ8501. Soelistyo menambahkan telah menemui keluarga korban dan berjanji akan masih akan berupaya maksimal. "Saya akan memenuhi harapan mereka," tuturnya.



Foto : Detik
Selasa, 20/01/2015 13:17 WIB Jarak Penemuan Hidung Pesawat dengan Main Body AirAsia Sangat Jauh

 
Pangkalan Bun - Seorang nelayan dari Kepulauan Sembilan, Sunding (38), menemukan moncong pesawat AirAsia QZ8501 saat perjalanan pulang menuju Pulau Marabatuan. Adapun penemuan hidung pesawat dengan lokasi penemuan main body diperkirakan sangat jauh. "Wah itu jaraknya jauh (penemuan hidung pesawat) dari lokasi badan pesawat," ujar salah satu pilot TNI AU yang enggan disebutkan namanya, Selasa (20/1/2015).

Menurutnya, jarak penemuan hidung pesawat dengan main body kira-kira mencapai lebih dari 200 mil. Kemudian, jarak penemuan hidung pesawat sekitar 4 mil dari arah timur Pulau Marabatuan. "Saya nggak bisa ngukur jaraknya, tapi kira-kira jaraknya lebih dari 200 mil," ujarnya. Seorang nelayan yang tinggal di Desa Tanjung Nyiur, Gusung Karang, Pulau Sembilan, Kalimantan Selatan ini menemukan hidung pesawat di perairan Pulau Marabatuan pada pukul 17.00 Wita.

Usai menemukan, nelayan melaporkan penemuan serpihan pesawat AirAsia QZ8501 itu kepada Polsek Pulau Sembilam. Pada pukul 08.30 Wita dengan menggunakan speed boat, Pol Air Kalimantan Selatan mengantarkan hidung pesawat AirAsia QZ8501 ke Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.



Selasa, 20/01/2015 12:25 WIB
Angkat Main Body AirAsia, Basarnas Dapat Tambahan 12 Lifting Bag dari Batam
Pangkalan Bun - Pengangkatan main body Pesawat AirAsia QZ8501 kini menjadi fokus utama tugas tim SAR. Untuk mempermudah pengangkatan main body, Basarnas saat ini mendapat tambahan lifting bag dari Batam yang dibawa Kapal KN SAR Sadewa. "Lifting bag dari Batam sudah datang ke Pelabuhan Teluk Kumai," kata Direktur Operasional Basarnas Marsma SB Supriyadi di Posko Gabungan di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng, Selasa (20/1/2014).

Supriyadi mengatakan kapal KN SAR Sadewa telah membawa 12 lifting bag. Satu lifting bag mampu mengangkat beban seberat 2 ton. "Jadi ini mampu mengangkat 24 ton," ungkapnya. Hari ini, 12 lifting bag akan dipindahkan ke KN Purworejo dan kapal crest onyx yang berada di lokasi pencarian main body. Kemudian penyelaman akan dilakukan oleh para personel TNI AL di lokasi. "Kegiatan penyelaman-penyelaman ini kita akan joinkan dengan marinir di lokasi, hari ini melaksanakan penyelaman di kapal Crest Onyx," terang jenderal bintang satu ini.

"Mudah-mudahan cuaca hari ini baik, semoga pelaksanaan bisa dilakukan dengan lancar," tambahnya. Sebelumnya, di KRI Banda Aceh sudah terdapat 7 lifting bag yang disiapkan untuk pengangkatan main body AirAsia QZ8501. Dengan penambahan 12 lifting bag dari Batam, kini total 19 lifting bag yang sudah dimiliki untuk mengangkat badan pesawat.



Selasa, 20/01/2015 10:16 WIB
Nelayan Menemukan Hidung Pesawat AirAsia QZ8501
Pangkalan Bun - Pencarian AirAsia QZ8501 terus dilakukan oleh tim SAR hingga hari-24 ini. Seorang nelayan menemukan hidung pesawat AirAsia di Perairan Marabatuan, Pulau Sembilan, Kalimantan Selatan. Hidung pesawat AirAsia ditemukan pada Senin 19 Januari 2015.

"Iya kemarin ditemuin hidung pesawat sama nelayan," kata Direktur Operasional Basarnas Marsma SB Supriyadi di Posko Gabungan di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng, Selasa (20/1/2014). Adapun nelayan yang menemukan bernama Sunding (38) pada pukul 17.00 WIB kemarin. Sunding menemukan hidung pesawat saat akan pulang menuju Pulau Marabatuan setelah selesai mencari ikan di laut.

 "Perjalanan sekitar 4 mil ke arah timur Marabatuan nelayan menemukan benda warna putih mengapung di permukaan laut yang diduga serpihan pesawat," terangnya. Kemudian, nelayan tersebut bersama ABK-nya membawa serpihan AirAsia ke darat. Setelah itu melaporkan ke Polsek Pulau 9. Pada pukul 08.30 WIB speed boat Pol Air mengantarkan hidung pesawat AirAsia QZ8501 ke Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng.

Sumber : Detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar