Maskapai penerbangan plat merah Merpati Nusantara Airlines telah menghentikan seluruh operasional penerbangannya sejak 1 Februari 2014. Meskipun maskapai penerbangan itu tak lagi mengudara, tapi ada dua strategic business unit (SBU) yang masih beroperasi, yaitu Merpati Maintenance Facility (MMF) dan Merpati Training Center (MTC).
Vice President Corporate Communications Merpati Nusantara Airlines Riswanto menuturkan bahwa Merpati Maintenance Facility masih beroperasi dengan merawat pesawat milik maskapai penerbangan lain maupun pesawat militer. “MMF dia masih merawat pesawat dari operator lain,” terang Riswanto.
Sementara untuk Merpati Training Center, Riswanto menuturkan, SBU ini masih aktif dalam pelatihan bagi pilot profesional, awak kabin, Flight Operation Officer (FOO), teknisi, dan bahkan masih mencetak pilot-pilot baru melalui Merpati Pilot School (MPS).
Menurut Riswanto, dalam hal pencetakan pilot baru di Merpati Pilot School, ditangani langsung oleh instruktur pilot yang berpengalaman dari Merpati. “Kita punya kapabilitas yang lain. Kita punya approval untuk menyelenggarakan pelatihan simulator bagi pilot kita dan pilot luar. Yang terakhir punya approval untuk sekolah pilot. MTC boleh latih calon pilot untuk berbagai program penerbangan,” jelasnya.
Riswanto menambahkan, aktivitas yang dilakukan oleh Merpati Training Center ini diizinkan untuk melayani maskapai penerbangan lain di luar Merpati Nusantara Airlines. Khusus untuk sekolah pilot, Merpati Pilot School yang berada di bawah naungan Merpati Training Center, memiliki empat pesawat Cessna 172P. Namun, satu pesawat latih mengalami kecelakaan pada hari Jumat, 19 September 2014, di Sumenep.
Sekolah pilot milik Merpati itu sudah didirikan sejak tahun 2008 dan kini telah memasuki gelombang atau batch yang keenam. Setiap tahun Merpati Pilot School menerima 10 siswa baru dan mendidiknya sebagai calon penerbang. “Sekolah pilot mulai beroperasi tahun 2008. Instrukturnya dari pilot profesional Merpati,” tuturnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar